Senin, September 28, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Launching Madrasah Siyasah – PD PERSIS Kota Tasikmalaya Dihadiri Diky Chandra

Kota Tasik indonews24 – Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tasikmalaya mengapresiasi kepada Pengurus Daerah (PD) Pemuda Persatuan Islam Kota Tasikmalaya yang telah secara resmi meluncurkan program Siyasah yang pada saat launchingnya mengusung tema ” Berpolitik Dengan Ilmu, Bersikap Dengan Adab, Berkhidmat dengan Amanah”, hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara dalam sambutannya dikegiatan Launching Madrasah Siyasah yang diadakan PD Persis Kota Tasikmalaya di salah satu hotel di Jalan Sukalaya, Minggu (27/09/26).

Saya terus terang merasa sangat serba salah saat ini teh, karena terus terang dari beberapa bulan ke belakang mulai dari imtihan, agustusan sampai muludan banyak sekali undangan dari warga Kota Tasikmalaya yang langsung ditujukan kepada saya, untuk hari minggu tanggal 27 September ini saja ada 5 undangan dari warga yang minta di hadiri oleh saya.

“Tapi memang walaupun cape secara fisik,tapi dengan membuat warga tersenyum bahagia itu jadi obat buat saya, tidak ada tuh kaitannya dengan pencalonan untuk di tahun 2029 mendatang, ini murni memenuhi undangan warga, ” tandasnya.

Ketua Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Lhutvi Basyori, menegaskan bahwa Madrasah Siyasah bukan program seremonial sesaat. Kegiatan ini akan berjalan secara berkelanjutan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang.

“Insyaallah kontinu. Bulan depan masuk sesi pertama. Pematerinya dari unsur pemerintahan, legislatif, eksekutif, penyelenggara pemilu dan lainnya,” kata Lhutvi.

Ia menjelaskan, program ini terbuka tidak hanya untuk kader internal Persis, tetapi juga bagi pemuda dari organisasi lain. Tujuannya adalah meningkatkan literasi politik sekaligus menyiapkan kader kepemimpinan yang berintegritas.

“Tujuan program ini mencetak kader pemimpin, kader legislatif, khususnya yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Supaya lebih terarah dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Menurut Lhutvi, ide Madrasah Siyasah sebenarnya telah muncul sejak tahun lalu, namun baru bisa direalisasikan tahun ini. Kurikulum telah disusun secara sistematis untuk beberapa pertemuan ke depan, termasuk membahas isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat.

“Bidang Polhukam kemarin turun langsung ke lapangan bersama aparat gabungan. Pembenahannya memang cukup banyak tahapannya. Salah satunya melalui Madrasah Siyasah, kita membahas hal-hal secara komprehensif, termasuk fenomena aktual seperti kenakalan remaja dan geng motor,” jelasnya.

Pihaknya berharap ke depan semakin banyak kader Persis yang mampu berkiprah di lembaga pemerintahan maupun penyelenggara negara, sehingga bisa mewarnai kebijakan dengan nilai keislaman.

“Semoga ada kader, khususnya dari Persis, yang duduk di lembaga penyelenggara pemerintahan. Bisa lebih mewarnai, mengakomodasi keresahan umat, terlebih dengan kondisi kita sebagai kota santri,” tuturnya.

Anggota DPRD Jabar, H. Budi Mahmud Saputra, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai pendidikan politik sangat penting bagi generasi muda agar memahami dinamika politik secara utuh.

“Ini baru di Tasik, khususnya di Persis. Kader agar memahami dan mengenal berbagai macam siyasah, khususnya perkembangan terkini. Yang sebelumnya mungkin belum tersentuh, sekarang didalami agar implementatif,” kata Budi.

Ia menekankan bahwa anak muda tidak boleh hanya menjadi objek politik, melainkan harus menjadi pelaku politik yang berakhlak dan berintegritas.

“Jangan sebatas jadi objek politik, tapi pelaku politik. Apalagi berbasis keagamaan dan akhlak yang baik,” tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Polhukam Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Eman Sulaeman, menambahkan bahwa Madrasah Siyasah lahir dari keprihatinan terhadap kaderisasi politik yang selama ini sering kali hanya menjadi komoditas lima tahunan.

“Persis tidak tabu terhadap politik. Kami bukan organisasi sebagai alat, tapi akan menciptakan kader yang dicetak menjadi pemimpin. Ke depan kami tidak cuma menjadi komoditas politik, tapi melahirkan kader-kader asli,” pungkasnya. (AH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles