Kota Tasik Indonews24 – Sejumlah elemem Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan Poros pelajar geruduk Balekota Tasikmalaya Jalan Letnan Harun, Jum’at (16/10/26).
Kedatangan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam elemen masyarakat tersebut sempat serukan orasi di depan halaman Bale kota dan menyerukan agar dapat menghadirkan Wali Kota Tasikmalaya di depan para massa aksi.
Pantauan di lokasi setelah melakukan orasi beberapa lama, namun karena tidak juga ada yang diinginkan, akhirnya massa aksi pun merangsak masuk halaman Balekota dengan cara melompati tembok halaman bahkan ada juga beberapa peserta aksi yang masuk lewat pintu samping masjid syahidan.
Sesampainya di halaman Bale kota massa pun melakukan aksi bakar ban dan situasi sempat ricuh terlihat aksi dorong mendorong massa aksi dengan pihak kepolisian, dimana masa aksi memaksa masuk ke ruangan Wali Kota.
Dimana akibat dari aksi dorong mendorong tersebut mengakibatkan kaca sebuah meja yang berada di lobi di kabarkan pecah.
Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka menuntut Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, DPRD Kota Tasikmalaya, serta Kapolres untuk dievaluasi dan dimakzulkan dari jabatannya.
Bahkan, massa mengancam tidak akan membubarkan diri dan akan menggagalkan upacara seremonial HUT Kota Tasikmalaya ke-25 yang rencananya akan diselenggarakan pada Sabtu (17/10/2026) di halaman Balekota.
Masa aksi menilai, selama masa kepemimpinannya, Wali Kota belum menunjukkan keberhasilan yang signifikan dan dinilai hanya berjalan di tempat. Sejumlah program yang dijalankan pemerintah dinilai belum dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat.
Selama dua tahun menjabat, wali kota belum menunjukkan keberhasilan dan hanya jalan di tempat. Program-program yang dijalankan belum dirasakan dampaknya bagi masyarakat,” teriak salah seorang orator di atas mobil komando.
Massa menyoroti beberapa persoalan yang masih terjadi di Kota Tasikmalaya, mulai dari persoalan kemiskinan, pengangguran, infrastruktur, hingga persoalan kebersihan kota yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.
Mereka juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam merealisasikan janji-janji kampanye yang dinilai belum terealisasi hingga saat ini. Oleh karena itu, mereka mendesak adanya evaluasi total terhadap kinerja eksekutif dan legislatif.
Aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota masih bersiaga di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi. Pihak kepolisian mengimbau agar massa tetap melakukan aksi secara damai dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan semua pihak.
Setelah menunggu sekian lama akhirnya masa aksi ditemui oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Asep Goparulloh, M.Pd.
Dalam penjelasannya ke awak media, H Asep Goparulloh mengatakan pada prinsipnya dirinya atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya mengucapkan terimakasih kasih ada kontrol dari rekan-relan mahasiswa.
Dari hasil pertemuan antara saya dan para mahasiswa ada komunikasi, dimana para mahasiswa ini ingin bertemu dengan pak Wali Kota, pak Kapolres dan juga Ketua DPRD, dengan adanya keinginan tersebut tentunya akan kami agendakan.
“Agenda tersebut kami rencanakan akan di adakan pada minggu depan, dimana pada kegiatan tersebut akan kita undang untuk bersilaturahmi seperti yang diinginkan oleh rekan-rekan mahasiswa, “jelasnya.

