Minggu, Oktober 18, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Diky Candra Blak-blakan soal Tujuh Program Prioritas, Belum Maksimal!

Kota Tasik Indonews24 – Di usia 25 tahun Kota Tasikmalaya hari ini ada beberapa capaian, yang satu titik tidak boleh terlalu puas karena masih banyak yang harus dikejar disisi lain harus disyukuri terkait penurunan angka kemiskinan tapi itu jangan menjadi titik puas dari kami Pemerintah Kota Tasikmalaya, kita harus terus bergerak untuk memperbaiki.

Kami yang juga merupakan bagian dari Pemerintah Kota Tasikmalaya tentunya tidak boleh berpuas diri harus terus bergerak berkarya menyelesaikan beragam persoalan yang ada, tidak boleh mengeluh tapi tetap harus mencari solusi dari beragam masalah itu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara saat ditemui beberapa awak media di ruang kerjanya selepas menghadiri upacara hari jadi Kota Tasikmalaya ke-25 di lapangan upacara Balekota Tasikmalaya, Sabtu (17/10/26).

Harus diakui belum maksimal selama dua tahun ini masih banyak sekali yang harus kita benahi tapi optimis Insya Alloh mudah-mudahan seiring berjalannya waktu segala sesuatunya bisa kita kendalikan dengan sebaik mungkin.

Selain itu juga yang harus dibanggakan selain telah turunnya angka kemiskinan juga prestasi yang telah diraih oleh beberapa masyarakat Kota Tasikmalaya di berbagai bidang, seni, budaya dan yang lainnya.

Walaupun kondisi ekonomi yang sedang tidak baik pun bisa di cek lebih dari ratusan kegiatan yang sudah saya hadiri acara dari masyarakat yang ternyata masyarakat melaksanakan beberapa kegiatan tersebut secara mandiri tanpa di bantu Pemerintah, itu menandakan memang ada kemapanan ekonomi yang patut di banggakan.

Di singgung soal tujuh program prioritas pemerintahan Viman Diky memang masih membutuhkan penguatan agar hasilnya semakin terasa bagi masyarakat.

Secara umum pelaksanaan ketujuh program, Tasik Resik, Tasik Nyaman, Tasik Melayani, Tasik Religius, Tasik Gemas, Tasik Pelak, dan Tasik Pintar, berjalan relatif merata. Namun, pemerataan pelaksanaan belum otomatis menunjukkan bahwa seluruh program telah mencapai hasil maksimal.

Karena itu, Diky mendorong adanya penajaman skala prioritas dengan mempertimbangkan persoalan yang paling mendesak, kemampuan anggaran, serta dampak program terhadap pelayanan publik dan perekonomian warga.

Kalau melihat tujuh program prioritas, menurut saya pelaksanaannya masih relatif rata. Tetapi kalau ditanya sudah maksimal, tentu belum. Ada tahapan dan proses yang harus dilalui.

Menurutnya, pemerintah perlu menentukan kembali sektor yang harus mendapatkan perhatian utama berdasarkan perkembangan kondisi terkini. Dengan demikian, sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif.

Salah satu hal yang disorot Diky adalah kebutuhan pembenahan internal birokrasi, termasuk pengisian jabatan yang masih kosong. Menurutnya, keberadaan sumber daya manusia yang memadai menjadi salah satu penunjang penting dalam menjalankan program dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengibaratkan, upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan akan sulit berjalan optimal apabila perangkat pendukungnya belum siap.

Bagaimana kita mau bergerak kalau perangkatnya belum lengkap? Hal-hal mendasar di internal pemerintahan harus dibenahi terlebih dahulu agar pelaksanaan program bisa berjalan lebih baik.

Selain pembenahan birokrasi, Diky menekankan pentingnya penguatan ekonomi lokal melalui pemasaran produk pertanian dan UMKM. Ia mendorong pemanfaatan Pasar Online Tasik dengan pendekatan berbasis kecamatan agar produk lokal memiliki ruang pemasaran yang lebih luas.

Sementara dalam penanganan sampah, ia membuka peluang untuk mengkaji kembali pola pengelolaan yang pernah diterapkan sebelumnya, termasuk pemanfaatan maggot, selama metode tersebut terbukti efektif dan sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Program prioritas harus terus dievaluasi agar tidak berjalan sebatas memenuhi target administratif, tetapi benar-benar menjawab persoalan masyarakat.

Program ke depan harus berdasarkan skala prioritas. Kita perlu melihat apa yang paling utama dan paling dibutuhkan saat ini, kemudian memastikan program tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Kami berharap evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan memasuki usia ke-25 Kota Tasikmalaya, sekaligus memastikan pembangunan lebih adaptif terhadap perubahan kondisi daerah, ” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles