Rabu, April 22, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

KPID Jabar Gelar Nyemah Atikan Penyiaran, Dihadiri Wakil Wali Kota Tasik

Kota Tasik, Indonews24 – Ketua KPID Provinsi Jawa Barat, Dr Adiyana, Slamet, S.IP., M. Si membuka secara resmi kegiatan Nyemah Atikan Penyiaran di Aula Bale Priangan Gedung Bank Indonesia, Selasa (21/04/26).

Hadir di kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Habib Qasim Nurwahab, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat, Dr Adiyana Slamet, S.IP., M.Si menjelaskan bahwa lembaga penyiaran tidak bisa bekerja sendiri menghadapi disrupsi informasi yang kini menyerang sendi kebudayaan.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Aliansi Pers Mahasiswa untuk meningkatkan konten-konten lokal,

Kami mengingatkan, pembuatan konten tidak boleh lepas dari value. Nilai gotong royong, kolektivitas, dan kearifan lokal harus jadi pembeda di tengah banjir konten medsos yang cenderung individualis.

“Media sosial kerap merusak value. Nilai gotong royong dan kolektivitas tergantikan oleh budaya fomo dan viral sesaat. Ini tantangan kita bersama.

Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademik dan pers mahasiswa, menjadi kunci untuk memperkuat produksi konten lokal yang patuh regulasi sekaligus relevan bagi masyarakat.

“Penyiaran tidak bisa jadi benteng sendirian. Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai sosial budaya, terutama kesundaan di Priangan Timur, “katanya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, mengakui sejujurnya pada awalnya dirinya sedikit sedih karena perhatian terhadap wilayah Priangan Timur, termasuk Kota Tasikmalaya, selama ini masih kurang.

Namun dengan adanya acara ini saya optimistis kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan perhatian terhadap daerah.

Karena di kegiatan ini hadir dari DPRD dan KPID Provinsi Jawa Barat, mudah-mudahan ini menjadi awalan baik untuk hal yang lainnya, sehingga wilayah Priangan Timur yang notabene memang sangat butuh kerjasama dari provinsi Jawa Barat.

Mudah-mudahan ke depan akan jauh lebih baik lagi dari berbagai sisi untuk adanya kerjasama termasuk apa yang telah dilakukan oleh KPID saat ini.

Walaupun kegiatan ini mayoritas dihadiri oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Persma yang menjadi fokus, tapi sebetulnya ini juga pengingat untuk para pemimpin di wilayah Priangan Timur atau Jawa Barat atau di seluruh Indonesia untuk sama-sama menghargai para pers lokal, karena kebanyakan dari mereka pasti tanpa diminta atau disuruh pun akan mengangkat segala macam potensi yang ada di daerah.

Sehingga kerjasama para pemimpin daerah di mana pun juga bisa tergerak untuk bisa bekerjasama dengan media-media lokal karena merekalah sebetulnya lebih memahami tentang potensi-potensi yang ada.

Bahkan tidak sedikit para pemimpin yang bisa jadi dia jadi tamu saja, tidak mengerti wilayah lokal, tapi lebih tahu pers du bandingkan pemimpinnya

Ia juga menekankan pentingnya peran pers lokal yang dinilai lebih memahami potensi daerah dibanding sebagian pemimpin.

Diky turut mengingatkan agar ekosistem penyiaran tidak justru melemahkan literasi masyarakat.

Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang semakin dimanjakan dengan tontonan instan, sehingga minat membaca menurun.

Kalau semua serba lihat dan dengar, membaca jadi berat. Padahal literasi itu fondasi kecerdasan.

Ia pun mendorong agar insan penyiaran dan pers tetap menjaga independensi serta menyajikan informasi secara tulus dan objektif, tanpa terjebak kepentingan tertentu.

“Kegiatan ini menjadi penegas bahwa masa depan penyiaran di Priangan Timur, termasuk Kota Tasikmalaya, tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh kesadaran kolektif dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus digital yang pelan tapi pasti menggerus nilai-nilai lokal, “pungkasnya.(H.Amir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles