Senin, September 28, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Hadiri BBKT Kota Tasik, Diky Chandra : Komunikasi Dengan Katar Sangat Di butuhkan, Agar Setiap Yang Dikerjakan Sesuai Dengan Kondisi Terakhir Kota Tasik

Kota Tasik Indonews24 – Setelah menghadiri berbagai kegiatan dari pagi hari sampai sore hari, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menutup kegiatan dk hari Minggu ini dengan menghadiru Bulan Bakti Karang Taruna Kota Tasikmalaya dimana pada kegiatan ini ada pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu, kegiatan ini di laksanakan di salah satu cafe dj Jalan Letjen Mashudi, Minggu (27/09/26).

Dalam keterangan nya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Dkky Candranegara menyampaikan Karang Taruna Kota Tasikmalaya sudah membuat beberapa kegiatan positif diantaranya penyuluhan akan bahayanya AIDS, dimana Karang Taruna juga menghimbau kepada remaja-remaja di Kota Tasikmalaya agar bisa terhindar dari itu.

Ada 4 program utama yang mendapat perhatian dari Karang Taruna ini yaitu Geng Motor, LGBT, yang berkaitan dengan penyakit AIDS dan ada juga tentang pengolahan sampah.

Komunikasi dengan pemuda dalam hal ini Karang Tarunaemang sambat dibutuhkan, supaya setiap yang di kerjakan itu sesuai dengan kondisi terakhir kota Tasikmalaya. Apa masalahnya.

“Takutnya kita fokus ke masalah yang bukan masalah prioritas. Itu penting sekali ada komunikasi dengan pihak Pemerintah, ” kata Diky Chandra.

Sementara, Ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya, Hery Sulihudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi seluruh pengurus di tingkat kelurahan dan kecamatan yang tetap solid dan kompak meski menghadapi keterbatasan.

Walaupun di usia yang ke-66 kita menggelar acara yang sangat sederhana, biasanya kita melaksanakan kegiatan outdoor tetapi hari ini sengaja lebih simple. Mudah-mudahan tidak mengurangi semangat kita dalam memperingati hari jadi Karang Taruna ke-66.

Ia menegaskan bahwa slogan nasional Karang Taruna tahun 2026, yakni “Bersatu, Bergerak, dan Berdampak”, menjadi pegangan utama dalam menjalankan organisasi. Menurutnya, momentum HUT ini harus menjadi bukti bahwa Karang Taruna benar-benar ada dan aktif di setiap kelurahan dan kecamatan.

Kondisi sulit yang dihadapi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Dampak efisiensi membuat anggaran untuk Karang Taruna tahun ini hanya sekitar Rp30 juta, jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya.

Kita sudah teruji, dua tahun tidak dapat anggaran tapi kita tidak menjadi oposisi pemerintah. Karena sejatinya Karang Taruna adalah organisasi sosial, bagaimana kita bisa bermitra dengan pemerintah apapun keadaannya, sulit, sehat, senang kita bersama-sama Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Meski anggaran minim, program sosial tetap berjalan. Tahun lalu, Karang Taruna berhasil merehabilitasi rumah seorang pemuda yatim piatu yang roboh akibat bencana. Tahun ini, santunan untuk anak yatim di sekitar lokasi acara tetap dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian.

Memasuki periode 2025-2029, Karang Taruna Tasikmalaya memfokuskan kerja pada empat isu krusial.

Pertama, kasus HIV/AIDS yang hampir mencapai 2.000 penderita di Kota Tasikmalaya. Karang Taruna telah membentuk kader peduli penyakit menular di tiap kelurahan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Kedua, persoalan sampah yang mencapai 400 ton per hari. Sebanyak 80 lebih relawan kader sampah telah dibentuk di 10 kecamatan dan dilengkapi dengan rompi, seragam, dan sarung tangan untuk siap berkolaborasi dengan Pemkot.

Ketiga, fenomena geng motor yang meresahkan. Karang Taruna mendorong pembentukan Karang Taruna RW sebagai ruang edukasi dan preventif, termasuk pendataan pengguna knalpot brong untuk ditindaklanjuti bersama Polres dan TNI.

“Keempat, penyalahgunaan narkoba. Saat ini pihaknya mendampingi tiga pecandu tramadol bekerja sama dengan BNN, satu di antaranya telah sembuh dan kembali produktif, ” jelasnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles