Kota Tasik Indonews24 – Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut baik dan mengapresiasi konsistensi pengurus Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (Perpatri) dalam melestarikan budaya leluhur.
Hal tersebut di sampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara dalam sambutannya pada kegiatan Pasanggiri jamparingan yang di gelar pada hari Minggu tanggal 27 September 2026 di lapangan Perumahan Mega Mutiara Tasik Regency.
Kami menyampaikan permohonan maaf karena sempat terlambat hadir mengingat padatnya agenda kegiatan di hari ini.
Kami pun salut kepada panitia kegiatan yang bisa menghadirkan peserta dari luar Kota Tasikmalaya bahkan diluar Jawa Barat seperti Solo Yogya.
Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mendukung kegiatan-kegiatan pelestarian budaya seperti ini.
Kami sangat mengapresiasi Perpatri yang telah konsisten melestarikan salah satu budaya leluhur. Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan berikutnya.
Kehadiran puluhan peserta dari luar kota tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tasikmalaya. Pasalnya, para peserta turut menginap, berbelanja, dan menikmati kuliner khas Tasikmalaya selama mengikuti perlombaan.
“Dengan suksesnya gelaran kedua ini, Pasanggiri Jamparingan diharapkan dapat menjadi ikon wisata budaya dan sport tourism baru di Kota Tasikmalaya, “ucapnya.
Ketua Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (Perpatri) Kota Tasikmalaya, Syahriar Fahrudin, mengatakan bahwa Pasanggiri Jamparingan tahun ini merupakan gelaran yang kedua kalinya. Sebelumnya, event serupa sukses digelar di halaman Bale Kota Tasikmalaya.
“Pasanggiri ini digelar untuk kedua kalinya, dimana Jamparingan pertama digelar di halaman Balekota. Tahun ini diikuti 80 peserta dari Tasikmalaya, Banten, Garut, Yogyakarta, Gunung Kidul, Tawang Mangu, Cirebon, dan wilayah lainnya, sebagai ajang silaturahmi,” ujar Syahriar.
Menurutnya, olahraga panahan tradisional Jamparingan memang belum begitu populer di kalangan masyarakat luas, khususnya di Kota Tasikmalaya. Namun pihaknya terus berupaya mengenalkan olahraga ini, terutama kepada generasi muda. Saat ini, Perpatri Kota Tasikmalaya juga telah bergabung dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
Syahriar menegaskan, panahan bukan sekadar olahraga fisik. Lebih dari itu, Jamparingan merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Selain melatih ketangkasan, panahan juga melatih konsentrasi, kesabaran, dan fokus.
“Panahan merupakan salah satu budaya leluhur yang harus dilestarikan. Selain olahraga, panahan juga untuk melatih konsentrasi,” jelasnya.
“Kami memiliki keinginan untuk menggelar event dengan skala yang lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang. Namun ia mengakui adanya keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama. Untuk itu, ia berharap ada dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, agar kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin, “tandasnya

