Senin, Juni 22, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Wawalkot Tasik Hadiri Kegiatan Workshop Implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Kota Tasik, Indonews24 – Untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan Sekolah guna melindungi siswa dan memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar maka telah dilaksanakan Kegiatan Workshop Implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana di salah satu hotel di Jalan Yudanegara, Minggu (21/06/26).

Tampak hadir pada kegiatsn tersebut Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara.

Ini merupakan kegiatan yang di inisiasi oleh Anggota Komisi X DPR RI Bapak H Ferdiansyah. Ini di sampaikan Wak Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara

Kami bangga dan berbahagia kepada Bapak H Ferdiansyah yang sering mengadakan kegiatan di Kota Tasikmalaya, kemarin saja di hari Sabtu tanggal 20 Juni 2026 Bapak Ferdiansyah telah mengadakan kegiatan Workshop Pendidikan dengan tema Penguatan Ekosistem Kepemimpinan Sekolah Melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan hari ini Kegiatan Workshop Implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.

Jadi pak H Ferdiansyah tidak datang ke Kota Tasikmalaya tidak sebatas saat kampanye saja, sesudah terpilh pun tetap eksis mengadakan berbagai kegiatan di Kota Tasikmalaya.

Workshop ini adalah kegiatan strategis yang dirancang untuk melatih kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan dalam mitigasi serta kesiapsiagaan darurat.

Satuan Pendidikan Aman Bencana menjadi langkah konkret untuk menjamin keselamatan siswa dan guru saat proses belajar mengajar.

Kita tinggal di daerah rawan bencana. Gempa, longsor, banjir bisa datang kapan saja. Sekolah harus siap. Mulai dari jalur evakuasi, titik kumpul, sampai simulasi rutin. Jangan sampai kita baru bergerak setelah korban berjatuhan.

Aada hal lain yang tak kalah penting untuk diwaspadai, yakni bencana akhlak,kerusakan lingkungan dan bencana alam kerap diawali dari krisis moral.

Bencana itu bisa saja terjadi diawali bencana akhlak. Salah satunya pembangunan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. Menebang pohon sembarangan, buang sampah ke sungai, akhirnya banjir dan longsor yang kena.

Karena itu, Kami berharap program SPAB tidak berhenti pada aspek teknis kebencanaan. Pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Guru diminta menjadi teladan, mengajarkan siswa menjaga alam sekaligus menjaga perilaku.

“Kalau akhlaknya baik, insyaallah alam juga bersahabat. Sekolah aman bukan cuma dari gempa, tapi juga dari kenakalan remaja, perundungan, dan perilaku menyimpang,” paparnya.(H.Amir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles