Kamis, Mei 7, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Diky Chandra Tampung Keluhan Soal Kenaikan Retribusi Dari Hippatas, Akan Koordinasi Termasuk Bahas Kemungkinan Penangguhan Kenaikan

Kota Tasik, Indonews24– Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (Hippatas) mengunjungi Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rabu (06/05/26).

Kunjungan dari Hippatas tersebut disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara.

Wakil Ketua Hippatas, Jaenudin mengungkapkan kunjungan pihaknya mengunjungi Bapak Wakil Wali Kota Tasikmalaya ini selain untuk bersilaturahmi juga menyampaikan keluh kesah dari para pedagang yang berada di pasar Cikurubuk terkait dengan kenaikan tarif retribusi yang terhitung sangat signifikan kenaikannya.

Perlu di ketahui, awalnya itu tarif retribusi itu hanya Rp 300 per meter per hari, sekarang menjadi Rp 500 per meter perharinya. Kalau di kumulatif tentulah menjadi beban bagi para pedagang.

Ini semua belum kunjung ada kesepakatan antara Pemerintah dengan warga pasar, untuk keinginan dari warga pasar itu sendiri bisa duduk bersama guna memecahkan masalah ini supaya warga pasar tidak keberatan membayar retribusi hasil dari kesepakatan.

Diakuinya, di tengah penjualan yang terpuruk karena kurangnya daya beli konsumen lalu mendapat kabar retribusi naik tentulah hal ini membuat kami para pedagang kian menjerit.

“Oleh karenanya kami mengunjungi bapak Diky Chandra selaku Wakil Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan ini semua dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi tersebut agar daya beli masyarakat kembali meningkat. Dengan begitu, aktivitas ekonomi di pasar bisa pulih dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), “ucapnya

Menanggapi hal itu, Diky menyatakan pihaknya siap menampung seluruh aspirasi pedagang.

Ia memastikan akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk membahas kemungkinan penangguhan kenaikan retribusi.

Harus ada kepastian agar ekonomi berjalan baik dan PAD meningkat. Jangan sampai kebijakan justru memberatkan pedagang.

Selain itu, Pemkot juga membuka peluang menghidupkan kembali program digitalisasi Pasar Online Cikurubuk (POC) melalui komunikasi dengan Bank Indonesia. Program tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan menarik kembali minat pembeli.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal mencari solusi atas persoalan yang dihadapi pedagang. Hippataas berharap tindak lanjut konkret segera dilakukan agar aktivitas Pasar Cikurubuk kembali bergairah dan kesejahteraan pedagang meningkat, ” pungkasnya.(H.Amir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles