Kota Tasik, Indonews24 – Wakil Wali Kota Tasikmalaya R Diky Candranegara menghadiri syukuran hari lahir Kejaksaan RI Ke-81 tahun 2026 bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Rabu (02/09/26).
Dalam rangkaian hari lahir Kejaksaan RI Ke-81, Kejari Kota Tasikmalaya telah mengadakan berbagai kegiatan seperti kegiatan sosial ke masyarakat, lomba vlog bagi kalangan pelajar dan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Keroweng.
Di kegiatan syukuran ini pihak Kejari Kota Tasikmalaya mengumumkan dan memberikan penghargaan kepada para pemenang di lomba vlog tingkat pelajar.
Ke awak media seusai kegiatan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya R Diky Candranegara mengatakan pihaknya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara. Ia menilai kegiatan ini hangat dan syarat makna kebersamaan.
“Ini bukan sekadar peringatan. Ini syukuran dan doa bersama. Sederhana, tapi sangat bermakna. Mudah-mudahan silaturahmi penuh kehangatan seperti ini selalu terjaga,” ujar Diky.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kejari Kota Tasikmalaya yang selama ini aktif membuka ruang bagi pelajar untuk berkreasi dan belajar tentang hukum. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kejaksaan menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran hukum sejak dini, “katanya.
Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Erny Veronica Maramba, S.H., M.Hum., menyebut peringatannjati lahir Kejaksaan RI Ke-82 tahun ini mengusung tema nasional,” Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil, dan Humanis”. Tema tersebut menjadi arah kerja seluruh jajaran Adhyaksa, baik di pusat maupun di daerah, untuk memperkuat pelayanan hukum yang berpihak kepada masyarakat.
Peringatan ini bukan hanya seremoni tahunan. Lebih dari itu, momen ini dijadikan bahan evaluasi dan penguatan komitmen seluruh pegawai.
Sesuai tema tahun ini, tugas kita bersama adalah terus merawat dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Caranya melalui penegakan hukum yang adil, berintegritas, dan punya hati nurani.
Ia mengajak seluruh jaksa dan pegawai untuk menjaga profesionalisme dalam setiap penanganan perkara. Pendekatan humanis juga ditekankan agar hukum tidak hanya tajam, tetapi juga berpihak pada rasa keadilan masyarakat.
“Integritas adalah harga mati. Tanpa itu, kepercayaan publik tidak akan pernah pulih. Mari kita buktikan lewat kerja nyata di lapangan,” ungkapnya



