Kota Tasik Indonews24 – Kegiatan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara di saat hari libur pun dapat terbilang padat, ada sebanyak 4 undangan dari masyarakat yang meminta orang nomor dua Kota Tasikmalaya untuk dapat hadir.
Dari 4 undangan dan digiatkan kegiatannya, 3 kegiatan di pagi hari sampai siang hari dan 1 kegiatan di malam hari.
Ternyata selain agenda yang di giatkan, terdapat satu agenda yang tidak masuk dalam giat.
Setelah selesai menghadiri kegiatan ketiga yakni kegiatan yang dj gelar Demode Artist management, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menerima kunjungan silaturahmi dari mahasiswa S2 Universitas Siliwangi.
Mahasiswa ini bersilaturahmi membicarakan terkait kerajinan mendong di Tasikmalaya sebagai bahan untuk capstone project R&D International Business School.
Mendapat laporan dari mereka mendong lebih banyak diproduksi oleh orang Yogya . Padahal dulu Purbaratu itu jagonya mendong . Wawali sadari dan akui hal itu. Wawali sadari untuk umkm baik produk budaya lama ataupun yang baru harus ada jaminan pasar. Salah satu intansi pusat sdh membantu mendong agar go internasional.
Disisi lain keberadaan tanaman penghasil.bahan baku mendong kini tergerus pembangunan hingga banyak ditemukan di jawa. Bahkan infonya untuk dapat bahan, kota tasik.sampai harus ” impor” dari jawa. Kondisi ini memang todak ideal namun tdk berarti harus berhenti berkreayifitas .
Kami pun mengakui juga para pengrajin mendong kebanyakan sudah sepuh. Bisa jadi tidak adanya regenerasi ini adalah dampak dari kurang luasnya pemasaran dan kreatifitas plus mendong.
Untuk pemasaran selain harus bekerjasama dengan pihak-pihak lain,, pemerintah bisa saja membuat POT pasar online di 10 kecamatan yang ada.
POT kecamatan bisa jadi afiliate untuk semua produk di kecamatan sebagai perluasan pasar.
Selain itu harus ada event-event yang terkait dengan mendong, misalnya gelar makan bersama dengan tiker mendong terpanjang di Jalan Hazet atau doa bersama dengan fasilitasi mendong terpanjang. Bisa juga produksi dan promosi sajadah mendong, tas mukena mendong selain tiker mendong itu sendiri
Bahkan bisa juga kerjasama dengan hipsik himpunan perupa tasik mana tahu mendong bisa jadi kanvas inovatif sebagai dasar lukisan-lukisan. Atau bisa membuat payung tasik dari mendong.
Apapun bisa dilakukan seperti halnya orang tua kita era dahulu bisa kefikiran bikin mendong, bikin padi jadi beras dan beras jadi nasi, semua karena pemanfaatan akal yang lahir jadi ilmu.hingga kita bisa beramal.
“Yang penting jangan mengeluh atas kondisi yang ada tapi terus bergerak cari solusi,”ungkapnya.



