Kota Tasik Indonews24 – Ratusan masyarakat Cigantanggirang Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya menyambut antusias kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara di kegiatan imtihan dan kreasi Seni, Jum’at (26/06/26)
Kehadiran Diky Chandra di kegiatan ini untukk memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya masyarakat Cigantang Girang Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi yang telah mengundang untuk dapat hadir di kegiatan Imtihan dan Kreasi Seni Santri Madrasah Al Ihsan Al Islami, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara selesai menghadiri kegiatan di Bandung lalu kembali lagi ke Tasik menuju Kelurahan Cigantang.
Pantauan awak media di lokasi kegiatan, kedatangan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara ini memang di luar dugaan dari pihak panitia, karena kedatangannya sekitar 30 menit sebelum waktu yang di tentukan.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara membenarkan memang di hari Jum’at pagi ada kegiatan yang harus di hadiri di Bandung, namun sebelum acara selesai dirinya meminta izin ke wakil Gubernur Jawa Barat untuk izin kembali ke Tasikmalaya karena ada undangan dari warga Cigantang girang, karena tak mau membuat masyarakat Kota Tasikmalaya kecewa sudah mengundang tapi tidak hadir. Oleh karenanya dari Bandung langsung menuju Cigantang. Jadi kedatangannya awal dari jadwal, kan bagus dari pada telat.
Apresiasi dan terima kasih kepada para panitia dan seluruh masyarakat Cigantang girang atas penyambutan nya yang luar biasa, saya disambut dengan menaiki sisingaan.
Ini juga, sebuah edukasi bagi generasi muda, bahwa sisingaan ini merupakan sebuah kesenian Jawa Barat yang berasal dari Kabupaten Subang.
Selain itu di kegiatan Intihan ini juga ada Bazaar UMKM, ini untuk mengangkat potensi UMKM yang ada dan sesuai dengan program Pemerintah Kota Tasikmalaya yaitu program Pemberdayaan Ekonomi Lokal Kewilayahan (Pelak).
Pendidikan usia dini dari Paud, TK, dan Madrasah Ibtidaiyah ini adalah awal bagaimana untuk menguatkan karakter anak-anak, karena banyak yang pinter tapi jadi merasa pintar tidak pintar merasa. Yang jauh dari Agama, Naudzu billah.
Sekarang ini banyak yang seperti itu, memang harus diakui sekarang itu banyak yang pintar tapi ketika tidak ada tuntunan dari madrasah anak ini menjadi poekeun. Yang akhirnya yang pintar juga minteran. Banyak yang merasa pintar bukan pintar merasa
“Mudah-mudahan dengan adanya anak-anak yang dididik di Madrasah Al Ihsan Al Islami ini, keimanan dan ketaqwaan masa depannya akan jauh lebih baik, “ucapnya.(H.Amir)


