Purwakarta, IndoNews24
Selama orasi di Pemda Purwakarta insan pers kecewa tak Hadirnya Bupati Purwakarta maupun sekda hanya hadir pihak kadis Diskominfo Purwakarta.
Akhirnya, tidak ada kehadiran om Zein Bupati Purwakarta melanjutkan ke Kominfo selanjutnya akhir Orasi insan pers ke DPRD Purwakarta
Dalam audensi para insan Pers di Purwakarta di halaman DPRD Purwakarta Rabu 28/01/2026 Menuntut anggaran Publikasi yang tidak logis jauh dari anggaran sebelumnya 2,5 Miliar di tahun 2025 .
Dengan keanehan di Tahun 2026 , yang begitu luar biasa pemangkas signifikan Anggaran menjadi Rp.250 juta,sangat jauh sekali di tahun sebelumnya.
Para insan Pers di Purwakarta,hal tersebut sangat tidak adil Bupati Purwakarta dalam mengambil keputusan kerjasama pemerintah dan insan pers di Purwakarta.
Dalam orasi insan Pers Purwakarta,menuntut terhadap om Zein Bupati Purwakarta lebih baik di hapus anggaran Publikasi dari pada, segelintir yang mendapatkan kerjasama Publikasi pemerintah terhadap insan Pers diduga yang dekat terhadap Bupati Purwakarta.
Lutfi Bamala bersama Dias akhirnya keluar untuk menerima insan Pers, untuk masuk di ruang rapat DPRD Purwakarta membahas aspirasi para insan Pers Purwakarta .
Hadirnya ,Dias Pimpinan Rapat, Lutfi Bamala Wakil Ketua,H Erlan Komisi III,Nina BKAD Purwakarta,Hendra Fadly Kadis Diskominfo,Agung dari Asda mewakili sekda Purwakarta dan jajarannya.di ruang rapat DPRD Purwakarta.
Itulah suatu contoh yang baik sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang menjunjung tinggi nya ada keluhan, aspirasi yang selalu siap menerima keluhan rakyat di Purwakarta
Dias Pimpinan Rapat menjelaskan bahwa saat pembahasan anggaran untuk kerjasama Publikasi diskomimfo mengajukan anggaran 1,8 Milliar dan juga dari pihak DPRD Purwakarta sudah setuju walaupun ada efisiensi karena tidak drastis penurunan nya ucap Dias.
Hal tersebut, yang bisa menjelaskan ada Nina sebagai BKAD yang saat ini sudah hadir disini ,kenapa bisa Anggaran Publikasi menjadi 250 juta ujar Dias
Hal ini, Nina yang lebih detail untuk menjelaskan terhadap insan Pers Purwakarta karena beliaulah bagian keuangan daerah tutup dias
Lutfi Bamala Wakil Ketua DPRD Purwakarta menambahkan,seharusnya dalam anggaran Publikasi diskomimfo seharusnya di tambah bukannya anjlok dari tahun 2025 2,5 Miliar dan sekarang menjadi 250 juta,sangat signifikan sekali anggaran Publikasi yang terlalu jauh dalam pemangkasan nya ungkap Lutfi.
Seharusnya di tambah anggaran Publikasi Media karena setiap tahunnya selalu ada penambahan perusahaan media di Purwakarta,lukasnya.
H,Erlan Komisi III sangat mendukung terhadap aspirasi insan Pers Purwakarta yang selama ini menjadi pilar ke-4 yang harus diperhatikan ungkap H Erlan.
Selain itu, tidak ektis dalam penurunan anggaran Publikasi Media jauh turunnya,dan tidak masuk akal dari 2,5 Miliar menjadi 250 juta ujarnya.
Ia menjelaskan kembali kalau efisiensi anggaran yang masuk akal saja contohnya dari awalnya 2,5 Miliar menjadi 2 Milliar itu baru masuk akal tegas H Erlan.
Hal ini,masih banyak perusahaan contohnya tiang wifi dimana mana,coba di sidak dari Satpol-PP yang memiliki perda supaya ada pemasukan PAD Purwakarta ucapnya.
Bagaimana PAD Purwakarta bisa bertambah, kalau tidak ada pembenahan tegasnya
Para Jurnalis sangat apresiasi terhadap H, Erlan, Lutfi Bamala,Dias dari DPRD Purwakarta yang sudah mendukung insan Pers dalam tuntutan para Jurnalis Purwakarta dan menjunjung tinggi Marwah Pers sebagai pilar ke-4
Dalam Penjelasan Nina BKAD Purwakarta :
Nina BKAD Purwakarta menjelaskan bahwa kami efisiensi anggaran Publikasi karena turunnya PAD Purwakarta di tahun 2026,karena masih banyak kebutuhan di OPD jelas Nina
Sedangkan,masih banyak kebutuhan dalam pembangunan Infrastruktur,bukan itu saja kami juga memikirkan kebutuhan tiap OPD ucapnya.
Namun,ini sudah kami uraikan makanya anggaran Publikasi Media dari kebijakan kami hanya 250 juta dan para insan Pers harus memahami anggaran PAD Purwakarta sedang turun,mungkin ada OPD yang tidak memerlukan baru bisa kita ajukan di anggaran perubahan ungkapnya.
Ia Menambahkan kembali Bilamana ada tambahan Transfer Ke Daerah (TKD) dari provinsi bisa kita ajukan kembali dalam penambahan anggaran Publikasi Media
Insan Pers Kecewa Hasil Penjelasan Nina BKAD yang di Salahkan PAD Purwakarta Turun :
Dalam penjelasan Nina dalam pengelolaan keuangan daerah Purwakarta yang tidak masuk akal, selalu di salahkan PAD Purwakarta, kalau kita lihat saat covid 19.bagaimana anjlok nya keuangan Daerah Purwakarta,dan tiap tahun selalu penurunan Pendapatan Anggaran Daerah .
Hal tersebut,masih bisa direalisasikan berbagai kegiatan di Pemkab Purwakarta maupun kerjasama Publikasi Media terhadap pemerintah.
Apakah benar dari berbagai uraian penjelasan Nina BKAD Purwakarta ada dugaan kas daerah Purwakarta sedang kurang baik?…atau benar difisit berkelanjutan setiap tahun suatu pertanyaan insan Pers Purwakarta dari penjelasan Nina BKAD?..
Selain itu,insan Pers Purwakarta dari anjlok nya anggaran tahun 2026 menjadi 250 juta, menimbulkan kecaman sangat luar biasa dari insan Pers.
Ada dugaan proses seleksi dinilai tidak ada Transparansi dan Diskriminatif suatu menimbulkan kecurigaan dalam penyimpangan anggaran tersebut.
Disisi lain Hendra Fadly Kadis Diskominfo menjelaskan bahwa anggaran Publikasi yang totalnya 350 juta untuk kerjasama Publikasi dan hari Besar karena sudah ingklut hari jadi dan kerjasama Publikasi tak ada anggaran terpisah.
Hendra kadis diskominfo meminta terhadap jurnalis dan perusahaan media untuk mengisi dan daftar di sidmekom untuk verifikasi kerjasama ungkap Hendra.
Hal ini,sangat penting terhadap pihak perusahaan media para wartawan yang ada di Purwakarta
Dari Hasil Kesepakatan Bersama,DPRD, BKAD, Asda, Diskominfo,Para Jurnalis Purwakarta.
Lutfi Bamala Wakil Ketua DPRD bersama yudikatif,legislatif,dan eksekutif,Dalam keputusan akhir dari Anggaran 350 juta anggaran tersebut sementara tidak digunakan supaya tidak ada kecemburuan sosial nanti,hal ini,akan menunggu dari hasil anggaran perubahan berikutnya.
Para insan Pers Purwakarta,akan memantau terus dalam kucuran anggaran daerah Purwakarta,dan juga perubahan anggaran nantinya.
Reporter : catur


