Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Wawalkot Tasik Kagum Sosok Petani Milenial Babakanpala RW 23 Kawalu, Dea Yang Mendulang Kesuksesan Dengan Bertani

Kota Tasik, Indonews24-Setelah menghadiri kegiatan rapat bulanan forum Lurah Se-Kota Tasikmalaya, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candra melanjutkan kegiatannya ke daerah Babakanpala RW 23 Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Kamis (12/02/26).

Maksud kedatangan dirinya ke tempat ini untuk bertemu langsung dengan sosok Dea Nurhadi (34) seorang milenial yang telah mendulang kesuksesan melalui bidang pertanian.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candra.

Pada kesempatan yang baik ini juga kami menyempatkan untuk melihat langsung pertanian berupa bertani cabai yang di garap oleh Dea.

Setelah melihat langsung, keberhasilan petani muda ini merupakan contoh nyata bahwa sektor pertanian masih sangat menjanjikan jika pengelolaan nya baik.

Ini juga menginspirasi saya bersama pak Camat Kawalu yang mana ke depannya di lokasi ini pun akan ada program Kangkung dan subsidi lele. Yang mana program ini akan sesegera mungkin.

Kami berharap kisah petani muda ini bisa menjadi inspirasi luas bagi generasi milenial.

Ini harus dipublikasikan agar menginspirasi anak-anak muda. Manfaatkan alam dan akal yang sudah Allah berikan. Ke depan, Tasikmalaya harus menuju agroindustri.

Jika produksi cabai dan komoditas hortikultura terus meningkat di Kota Tasikmalaya dan daerah sekitarnya, maka perlu dibarengi dengan pengembangan industri pengolahan seperti pabrik cabai, saus tomat, dan produk turunan lainnya.

“Targetnya bertahap. Sekarang kita manfaatkan dulu alam yang ada. Ternyata pertanian bisa mendongkrak ekonomi dan membuka harapan baru,”ucapnya.

Dea Nurhadi (34), petani milenial Babakan pala RT 1 RW 23, berhasil membuktikan bahwa bertani bukan sekadar pekerjaan warisan, tetapi bisa menjadi sumber penghidupan sekaligus inspirasi generasi muda di Kota Tasikmalaya.

Sejak memulai budidaya cabai pada awal September 2025, Dea telah melakukan panen hingga 22 kali. Dalam sepekan, panen dilakukan dua kali, setiap Senin dan Kamis.

Dari satu siklus panen, produksi cabai bisa mencapai sekitar 1,6 kuintal per minggu.

Sekarang sudah petikan kedua. Kalau dihitung sejak awal tanam, sudah lebih dari 20 kali panen. Alhamdulillah hasilnya stabil.

Lahan yang saat ini produktif untuk cabai mencapai sekitar 150 bata, sementara total lahan yang ia kelola sekitar 1,5 hektare dan masih dalam proses pengembangan.

Awal terjun ke dunia pertanian pada 2019 lalu dilatarbelakangi keresahan melihat lahan milik keluarganya yang kurang produktif.

Daripada dibiarkan, saya coba kelola supaya jadi lahan produktif. Harapannya bisa menginspirasi anak-anak muda supaya tidak malu bertani.

Upaya Dea tidak hanya berdampak pada produksi pertanian, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran.

Tahun ini, kebunnya telah dikunjungi empat sekolah dari luar daerah, termasuk dari Ciamis dan Tasikmalaya.

lahannya juga jadi lokasi praktik lapangan bagi siswa dan peserta program pertanian, termasuk yang akan berangkat ke Jepang.

Seluruh aktivitas pertanian yang dijalankan Dea dilakukan secara mandiri tanpa menyentuh APBD.

Ia berharap ke depan semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni pertanian sebagai jalan hidup.

“Usaha pertanian bisa jadi sumber penghidupan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar,” katanya.

Ketua RW 23 Kersamenak, Candra Dewi, mengaku bangga dengan capaian petani milenial di wilayahnya.

Menurutnya, keberhasilan Dea menjadi fenomena positif bagi lingkungan RW.

“Saya sebagai Ketua RW merasa bangga. Ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi warga lain, khususnya anak muda, supaya mau ikut terjun ke bidang pertanian,” tuturnya.

Camat Kawalu, Iing Sugriman, menilai keberadaan petani milenial sejalan dengan potensi wilayah Kawalu sebagai sentra hortikultura.

Hal itu juga menguatkan hasil pemetaan potensi wilayah dalam Musrenbang.

“Kawalu memang dipetakan sebagai kawasan hortikultura. Dengan adanya petani milenial, mudah-mudahan bisa membangkitkan motivasi masyarakat lain untuk ikut bergerak di sektor pertanian,” pungkasnya.

Reporter : H Amir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles