Kota Tasik, Indonews24 – Pemandangan yang tidak biasa pada kegiatan pembukaan rumah makan nampak terlihat di pembukaan Rumah Makan Bebek Ayam Gentong Asap Datien yang beralamat di Jalan Letkol RE Jaelani Balong Kanyun Tasikmalaya, dimana kegiatan pembukaannya diisi dengan pertandingan catur.
Nampak terlihat di kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Chandranegara begitu konsentrasi dan serius memindahkan bidak catur saat bertanding catur melawan Ketua Percasi Kabupaten Tasikmalaya, Eri Purwanto.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Chandranegara mengatakan kegiatan pembukaan Rah Makan Datien ini memang sesuatu yang beda, disaat yang lain mengisi pembukaannya dengan gunting pita dan yang lainnya, tidak sama halnya dengan Rumah Makan Datien, mengisinya dengan pertandingan catur.
Saya pun begitu mendapat informasi ternyata peserta yang mengikuti turnamen catur ini tidak hanya dari Kota Tasikmalaya tapi dari Priangan Timur dan peserta yang mengikutinya pun tercatat sebanyak 142 pecatur.
Pemilik Rumah Makan Datien, H Zaenal Arifin mengatakan selain menjadi arena catur, launching RM Datien juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Menu andalan rumah makan ini adalah Bebek dan Ayam Gentong Asap yang dimasak dengan bumbu khas.
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Daging bebek dibanderol Rp35.000 per porsi, ayam kampung Rp30.000, ayam broiler Rp20.000. Bagi yang ingin hemat, tersedia juga paket Rp16.500.
Tak hanya soal makan, RM Datien juga menyiapkan spot nongkrong. Pengunjung bisa menikmati kopi sambil mendengarkan live music yang mengiringi suasana.
Kami ingin RM Datien jadi tempat yang nyaman. Bisa makan enak, bisa ngopi, dan bisa sekalian menyalurkan hobi seperti catur.
Kejuaraan ini dinilai menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pelaku UMKM dan komunitas olahraga. Di satu sisi, RM Datien mendapat ruang promosi. Di sisi lain, para pecatur mendapat wadah untuk mengasah kemampuan.
Percasi berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar. Dengan begitu, bibit-bibit pecatur muda di Priangan Timur bisa terus muncul dan berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.
“Dengan berakhirnya turnamen, para peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman bertanding, tetapi juga mencicipi kuliner khas Tasikmalaya. Kombinasi catur dan kuliner ini diharapkan bisa menjadi ciri khas baru dalam memajukan olahraga sekaligus ekonomi lokal di Kota Tasikmalaya, “pungkasnya


