Kota Tasik, Indonews24 – Bertambah di Aula Bappelitbangda, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah ( Dispusipda) Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sektoral, Kamis (05/03/26).
Kegiatan Musrenbang Sektoral Dispusipda Kota Tasikmalaya ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Diky Candranegara.
Dalam keterangannya, Diky Chandra menyampaikan setelah menyimak penyampaian presentasi oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah bapak Hastiadi yang mana Dinas Perpustakaan ke depannya berencana akan membangun Graha Diorama tentunya pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut, karena kan Kota Tasikmalaya belum memiliki gedung seperti itu.
Dalam pengelolaan arsip yang baik merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Menurutnya, arsip bukan sekadar dokumen administratif, melainkan juga menjadi catatan sejarah serta sumber informasi yang sangat berharga bagi pembangunan daerah.
Pemerintah mendorong agar Dinas Arsip dan Perpustakaan terus berinovasi dalam meningkatkan minat baca masyarakat melalui berbagai program literasi yang kreatif dan inklusif. Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, perpustakaan diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat pengetahuan yang modern, mudah diakses oleh masyarakat, serta mampu menjawab kebutuhan generasi muda. “Katanya
Selain itu, Musrenbang ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan program kerja Dinas Arsip dan Perpustakaan dengan visi pembangunan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Berbagai rencana kegiatan seperti penguatan sistem kearsipan digital, peningkatan fasilitas perpustakaan, serta pengembangan program literasi masyarakat menjadi bagian dari pembahasan dalam forum tersebut.
Kami berharap hasil Musrenbang ini dapat menghasilkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas layanan arsip dan perpustakaan di Kota Tasikmalaya.
” Pemerintah daerah akan terus mendukung upaya peningkatan literasi dan pengelolaan arsip yang baik sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, “jelas Diky Chandra.
Sementara Sekretaris Dispusipda Kota Tasikmalaya Hasriadi S.Sos dalam penyampaian presentasinya mengungkapkan betapa pentingnya pembangunan Graha Diorama Tasikmalaya. Menurutnya, dengan adanya Graha Diorama, maka Kota Tasikmalaya akan memiliki pusat literasi sejarah dan budaya. Kota Tasikmalaya, katanya, akan menjadi pusat literasi kebudayaan dan sejarah di wilayah Priangan Timur.
Bahkan Kota Tasikmalaya akan menjadi satu-satunya destinasi wisata sejarah di Priangan Timur.
Tidak hanya menjadi pusat literasi sejarah dan kebudayaan, kehadiran Diorama di Kota Tasikmalaya ini akan berdampak pada peningkatan PAD Kota Tasikmalaya. Bahkan sekalipun masuk ke Diorama ini tak ditarik tiket masuk, namun dampak ekonominya akan terasa bagi sektor perekonomian di Kota Tasikmalaya.
“Dengan meningkatnya pengunjung dari berbagai daerah, maka sektor UMKM akan terdongkrak karena mereka tentunya akan membelanjakan uangnya di Kota Tasikmalaya,”jelasnya.
Dalam wawancara terpisah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya, H. Andi Abdullah mengatakan Graha Diorama ini adalah sebuah gedung yang menyajikan segala informasi tentang Tasikmalaya, mulai dari sejarahnya hingga profil Tasikmalaya secara keseluruhan. Dia menjelaskan, Graha Diorama Kota Tasikmalaya ini akan menjadi ruang wisata edukasi sejarah dan kebudayaan bagi warga Priangan Timur.
Di Graha Diorama ini tak hanya menyajikan informasi, sejarah, dan profil daerah di Tasikmalaya saja, tetapi juga daerah-daerah sekitarnya, seperti Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran.
Agar informasi yang disajikannya sangat menarik, kata Andi, maka penyajiannya dalam bentuk tiga dimensi. “Jadi bentuk penayangannya berupa tiga dimensi, sehingga seolah-olah kita berada di dalamnya.
Melalui Graha Diorama ini, maka Pemerintah Kota Tasikmalaya akan memiliki banyak keuntungan. Selain memiliki pusat informasi daerah, juga memiliki destinasi wisata baru.
Dengan memiliki Graha Diorama, maka Pemkot Tasikmalaya nantinya akan memiliki sumber PAD baru, mengingat tempat ini nantinya akan dijadikan juga sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Tasikmalaya
Pengunjungnya tak hanya dari Tasikmalaya saja, tetapi juga dari daerah-daerah lainnya, seperti Garut, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran. Multiplier efeknya akan terasa ke berbagai sektor.
Sudah terbayang, nantinya Graha Diorama ini akan didatangi oleh para siswa dari berbagai sekolah di wilayah Priangan Timur. Mereka akan belajar sejarah dan profil kotanya di graha in.
“Dengan kehadiran Graha Diorama ini, kata dia, maka denyut perekonomian Kota Tasikmalaya akan bergeliat, ” pungkasnya (H.Amir)



