Kota Tasik Indonews24 – Pada hari ini merupakan kebahagiaan dan kehormatan tersendiri bagi Kota Tasikmalaya karena di tengah-tengah kita, hadir Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Ibu Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si.
Beliau merupakan salah satu srikandi bangsa yang saat ini di Kabinet Merah Putih Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto. Sosok yang telah lama mengabdikan diri melalui berbagai aktivitas sosial, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan, serta tumbuh dari rahim organisasi Nahdlatul Ulama dan Muslimat NU. Pengalaman panjang beliau dalam organisasi kemasyarakatan menjadi modal penting dalam memperjuangkan isu-isu perempuan, anak, dan ketahanan keluarga di tingkat nasional.
Hal tersebut di sampaikan Wali Kota Tasikmalaya, H Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA dalam sambutannya pada kegiatan rangkaian kunjungan Menteri PPPA RI ke Kota Tasikmalaya dj hari kedua untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan pekarangan rumah (Mustika Daring) dan penyerahan PKS BPJS Muslimat NU Kota Tasikmalaya di Masjid Agung, Jum’at (19/06/26).
Atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya dan seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya, kami mengucapkan wilujeng sumping, wilujeng sumping ka Kota Tasikmalaya, Kota Santri, Mutiara dari Priangan Timur. Hatur nuhun Ibu Menteri yang telah berkenan hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat Kota Tasikmalaya.
Tema yang kita usung hari ini sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Pemanfaatan pekarangan rumah bukan hanya soal menanam tanaman atau memanfaatkan lahan kosong, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga, ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.
Sebagaimana yang kemarin kita saksikan bersama saat meninjau Kebun Pangan Lokal Perempuan di Kelurahan Cikalang, kita melihat bagaimana lahan yang sebelumnya terbatas dapat disulap menjadi ruang produktif yang menghasilkan manfaat bagi keluarga. Kita juga melihat kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan berbagai barang yang sudah tidak terpakai, mulai dari gelas plastik, galon bekas, hingga wadah-wadah sederhana lainnya yang diubah menjadi media tanam yang bernilai guna.
Inilah bukti bahwa semangat pemberdayaan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Pemberdayaan dapat dimulai dari halaman rumah, dari pekarangan yang produktif, dari kreativitas ibu-ibu yang mampu mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga dan dari kreativitas ibu-ibu yang mampu mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.
Kehadiran Ibu Menteri pada hari ini tentu menjadi energi dan motivasi tersendiri bagi seluruh kader Muslimat NU dan kaum perempuan di Kota Tasikmalaya untuk terus bergerak, terus berinovasi, dan terus mengambil peran dalam memperkuat ketahanan keluarga. Kami berharap gerakan pemanfaatan pekarangan rumah ini dapat semakin meluas hingga menjangkau seluruh kelurahan dan lingkungan masyarakat di Kota Tasikmalaya.
Pada kesempatan yang baik ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara RSIA Sayang Bunda Muslimat NU dengan BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya terkait pelayanan rawat jalan dan rawat inap bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut baik dan mengapresiasi langkah kolaboratif ini sebagai bentuk nyata perluasan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Mudah-mudahan kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak, sehingga pelayanan kesehatan menjadi semakin mudah dijangkau, semakin berkualitas, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Alhamdulillah, Kota Tasikmalaya saat ini telah mencapai Universal Health Coverage atau UHC dengan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional yang telah mencapai 99,18 persen penduduk. Capaian ini menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan masyarakat. memperoleh perlindungan jaminan kesehatan. Namun bagi kami, UHC bukan hanya soal angka kepesertaan, melainkan bagaimana masyarakat benar-benar dapat mengakses pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas.
Karena itu, penandatanganan kerja sama pada hari ini menjadi langkah yang sangat strategis dalam memperkuat implementasi UHC di Kota Tasikmalaya melalui perluaasan akses pelayanan kesehatan bagi peserta JKN. Kami juga menyampaikan hatur nuhun dan apresiasi kepada BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya yang selama ini terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadirkan layanan yang semakin baik bagi masyarakat.
Hal ini juga sejalan dengan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya, yaitu Tasik GEMAS, yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penguatan layanan kesehatan dasar, kesehatan ibu dan anak, serta upaya mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami meyakini bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata. Pembangunan yang sesungguhnya dimulai dari keluarga yang sehat, keluarga yang mandiri, keluarga yang produktif, serta keluarga yang mampu melahirkan generasi yang berakhlak, “pungkasnya.(H.Amir)


