Kabupaten Kuningan, Indonews24-Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menghadiri kegiatan Pasamoan Agung High Level Meeting (HLM) TPID serta TP2DD Se-Jawa Barat bertempat du alun-alun Kuningan, Kamis (05/02/26).
Kegiatan ini mengambil tema “Strategi Pengendalian Inflasi Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026,Serta Percepatan Digitalisasi Daerah”.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara memanfaatkan moment tersebut untuk meminta pihak Provinsi Jawa Barat dapat membantu wilayah Priangan Timur khususnya Kota Tasikmalaya agar bisa bersinergi melaksanakan government to government (G to G) guna menjawab beragam persoalan sekaligus mengiptimalkan potensi ekonomi yang di miliki wilayah tersebut.
Kota Tasikmalaya sebagai Episentrum wilayah Priangan Timur meyakini peekembangan positif akan terjadi di Priangan Timur bila ada sinergitas yang tentunya di kawal dari Provinsi Jawa Barat.
Priangan butuh rumah kemasan, sentra pakan ternak, terminal agro dan yang lainnya, hal ini agar tidak selalu bergantung ke ibu kota Jawa Barat, sehingga penerataan ekonomi wilayah bisa berjalan dengan lebih baik.
Menariknya, kesempatan berbicara tersebut diberikan secara mendadak kepada Diky Candra. Meski demikian, ia mampu menyampaikan gagasan secara lugas hingga mendapat perhatian langsung dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menunjukkan respons cepat. Ia langsung memerintahkan Asisten Daerah (Asda) II untuk segera melakukan komunikasi dan menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya tersebut.
Langkah ini menjadi sinyal positif bahwa aspirasi daerah mendapat ruang serius dalam perencanaan pembangunan tingkat provinsi.
High Level Meeting ini pun diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah, khususnya dalam mendorong Priangan Timur menjadi kawasan yang mandiri, kompetitif, dan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
“Dengan sinergitas yang terbangun, pemerataan pembangunan bukan lagi sekadar wacana, melainkan target nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” Pungkasnya.
Reporter: H Amir



