Minggu, Oktober 18, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Kunjungan Wali Kota Tasik ke PPIK Batal Mendadak, Teater Bolon dan Pelaku UMKM Kecewa

Kota Tasik Indonews24 – Agenda kunjungan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan ke kawasan Gedung Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) dibatalkan mendadak, Minggu (18/10/2026). Pembatalan tersebut menyisakan kekecewaan mendalam, terutama bagi anak-anak Teater Bolon yang sudah siap menyambut.

Ketua Teater Bolon, Amang S. Hidayat, mengungkapkan anak-anak telah disiapkan sesuai permintaan panitia untuk menyambut kedatangan Wamen Ekraf dan Wali Kota. Dengan kostum lengkap dan properti pementasan, mereka berharap bisa tampil dan menunjukkan kreativitas di hadapan pejabat pusat di momen HUT Kota Tasikmalaya ke-25.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan, rombongan yang ditunggu tak kunjung datang dengan alasan ada kepentingan lain.

“Bagi saya, mau ada pejabat atau tidak sebenarnya itu tidak terlalu penting, yang paling penting adalah bagaimana anak-anak bisa bahagia di acara ini,” ujar Amang dengan nada kecewa.

Meski mencoba berlapang dada, Amang mempertanyakan kepedulian pemerintah terhadap kegiatan yang tumbuh dari masyarakat. Menurutnya, HUT ke-25 Kota Tasikmalaya seharusnya menjadi ruang inklusif bagi semua kalangan, bukan hanya seremoni elite di pusat kota, melainkan juga memberi panggung bagi komunitas seni anak yang selama ini hidup mandiri dengan minim perhatian.

Pembatalan sepihak tanpa kehadiran perwakilan dinilai mencerminkan lemahnya penghargaan terhadap pelaku seni akar rumput.

“Anak-anak ini sudah latihan berhari-hari. Mereka datang dengan semangat karena merasa akan diapresiasi. Ketika yang ditunggu tidak datang, tentu ada rasa kecewa yang tidak bisa mereka sembunyikan,” ungkapnya.

Teater Bolon sendiri terdiri dari anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi yang konsisten menghidupkan kesenian di Kota Tasikmalaya dengan segala keterbatasan. Mereka, kata Amang, tidak pernah meminta panggung mewah, hanya ruang untuk dihargai.

“Di HUT kota yang ke-25 ini, kami hanya ingin diakui keberadaannya. Jangan sampai perayaan ulang tahun kota hanya menjadi milik pejabat dan elite, sementara anak-anak kreatif seperti mereka justru terabaikan,” tegasnya.

Kekecewaan serupa juga dilontarkan pelaku UMKM di kawasan PPIK, Nanan. Ia menilai Wali Kota seharusnya lebih memprioritaskan kunjungan ke PPIK dibanding ke kafe. Pasalnya, di PPIK banyak kreasi, produk, dan hasil karya UMKM yang bisa dipamerkan langsung kepada Wamen Ekraf agar bisa naik kelas.

Sementara itu, pihak Protokol menyampaikan alasan pembatalan kunjungan karena keterbatasan waktu. Wamen Ekraf harus segera bertolak kembali ke Jakarta.

Pembatalan ini menjadi catatan kritis bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Di tengah gembar-gembor penguatan ekonomi kreatif, yang dibutuhkan pelaku seni dan UMKM bukan sekadar janji kunjungan, melainkan kehadiran nyata dan keberpihakan kebijakan yang berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles