Kota Tasik, Indonews24 – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara mengikuti Dzikir dan Shalawat Bersama para, warga pasar Cikurubuk di masjid Mujahidin, Rabu (14/19/26).
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara mengatakan atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif diadakannya dzikir dan shalawat yang sudah merupakan kegiatan rutin .Yang mana kegiatan keagamaan seperti ini memiliki dampak positif yang besar, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga sosial.
Kami sangat mengapresiasi kegiatan dzikir dan sholawat yang diinisiasi oleh para pedagang Pasar Cikurubuk. Ini luar biasa. Di tengah aktivitas ekonomi, mereka masih menyempatkan waktu untuk beribadah bersama, bermunajat, memohon keberkahan.
Kekuatan ekonomi kerakyatan seperti di Pasar Cikurubuk harus ditopang dengan kekuatan spiritual yang kokoh. Dengan hati yang tenang dan penuh rasa syukur, para pedagang diyakini akan lebih semangat dan optimis dalam berusaha.
Kami juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan dan menjadi contoh bagi pasar-pasar lain di Kota Tasikmalaya. Pemerintah Kota, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan positif yang membangun karakter dan kebersamaan masyarakat, termasuk para pedagang pasar sebagai pilar ekonomi daerah.
ini sangat positif di tengah banyaknya perseteruan akibat beda pendapat di berbagai wilayah.
Perbedaan, tidak harus lantas menjadikan putus hubungan kekeluargaan. Namun, agama bisa jadi pemersatu, ulama bisa jadi penengah, dan zikir menjadi penenang.
Keimanan, dan ketakwaan menjadi meminimalisir konflik manusia pada umumnya.
” Pedagang yang berakhlak mulia adalah harapan semua. Selebihnya perlahan tapi pasti akan membawa kebersamaan, dan mempersempit perpecahan, “ucapnya
Ketua HIPPATAS (Himpunan Pedagang Pasar) Kota Tasikmalaya, H. Jahid, menjelaskan bahwa kegiatan dzikir dan sholawat ini bukanlah kegiatan insidental, melainkan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi oase rohani di tengah kesibukan dan kepenatan para pedagang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu saat ini, siraman rohani dinilai sangat penting untuk menguatkan mental dan spiritual para pedagang.
Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap hari Rabu sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan berdagang, kami butuh siraman rohani, butuh ketenangan batin. Apalagi di kondisi ekonomi seperti sekarang, kita harus semakin mendekatkan diri dan saling menguatkan.
“Kami berharap, melalui dzikir dan sholawat bersama, para pedagang diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, serta ketabahan dalam menghadapi tantangan ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan antar pedagang yang selama ini sibuk dengan lapak masing-masing, “harapnya



