Selasa, September 1, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Menjadi Narsum Diskusi Publik, Diky Chandra : Merdeka Harus Sesuai Aturan Dengan Menjaga Norma dan Etika Yang Ada

Kota Tasik Indonews24 – Mengusung tema “Mengupas dan Meneguhkan Kembali Makna Kemerdekaan”, Komunitas Cermin Tasikmalaya mengadakan diskusi publik di Buleud Art Gallery & Studio Tasikmalaya, Senin malam (31/08/26).

Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Syukur Waktu ke-15 tahun 2026.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Habib Qasim Nurwahab, Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya Dr Deddy Mulyana,S.STP., M.Si serta tamu undangan lainnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menjelaskan sebenarnya acara ini setahu saya pihak panitia meminta saya menjadi narasumber di karenakan balam Kapolres Tasikmalaya Kota berhalangan hadir.

Acara itu sendiri dibuka secara resmi oleh bapak Wali Kota Tasikmalaya, nah saya menggantikan pak Kapolres menjadi narasumber.

Jadi sempat bingung juga awalnya bagaimana saya harus ikut dalam diskusi ini.

Namun Alhamdulillah semua berjalan lancar dan sebagai wakil yang tidak ideal saya hanya menyampaikan bahwa kemerdekaan itu bisa diartikan sejahtera atau bebas. Sejahtera sendiri sangat tergantung kepada kemampuan kita mengolah diri memanfaatkan karunia yang diberikan oleh Alloh SWT berupa akal untuk 7 menempa diri dengan sebaik mungkin hingga sejahtera dan bersyukur nikmat.

Bebas pun adalah bebas yang tidak menyalahi aturan dan norma yang ada. Saat saya di alam bebas saya bisa teriak kencang tapi bila seimbang bertakziah apa boleh teriak kencang ? Tentu tidak karena tempatnya tidak tepat dan aturannya sendiri serta etika dan norma tersendiri di tempat takziah.

Merdeka pun harus sesuai aturan yang ada dengan menjaga norma dan etika yang ada.

Saat ada peserta di diskusi ini bertanya kenapa bapak wakil di giat ini tidak bareng dengan pak walikota.

Mendapat pertanyaan tersebut, saya pun menyampaikan kehadirinya ini sama dengan mewakili Pemerintah Kota termasuk bapak Walikota.

Diakui, saya itu jarang hadir berdua di masyarakat karena jadwal masing-masing yang padat dan saya pun menyadari masyarakat masih banyak yang memandang Wakil Wali Kota itu sebagai artis sehigga dilapangan sering terjadi pengalihan fokus dari pak Wali ke Wakil Wali Kota. Hal ini sulit dirubah namun sebagai Wawalkot saya harus hormati dan juga mehghargai pimpinan.

“Untuk itu ada pembagian tugas, dimana di masyarakat saya kebanyakan menghadiri sendiri, ” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles