Kota Tasik Indonews24 – Bertempat di salah satu Kafe di Jalan Yudanegara telah di laksanakan kegiatan A Tribute Niki Astria persembahan Keluarga Besar Capulet, Rabu malam (17/06/26).
Tampak hadir pada kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara yang didampingi Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Dr Deddy Mulyana, S.STP.,M.Si.
Pantauan awak media di lokasi kegiatan, area kafe sudah dipadati pengunjung. Didominasi generasi yang tumbuh besar di era 80–90an, mereka larut dalam nostalgia. Begitu intro lagu-lagu hits Nicky Astria dilantunkan, suasana langsung pecah. Tak sedikit yang ikut berjingkrak, bernyanyi bersama, mengulang lirik legendaris yang membesarkan nama Lady Rocker Indonesia itu.
Para vokalis tampil total membawakan deretan lagu ikonik, dari “Jarum Neraka”, “Bias Sinar”, hingga “Tangan-Tangan Setan”. Aransemen rock yang kental dibalut tata suara apik membuat penonton makin hanyut. Kafe Rempah Pusaka malam itu benar-benar berubah jadi panggung konser mini bernuansa 80-an.
Hadir di tengah keramaian, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara mengapresiasi kerja keras panitia dan Capulet Band yang berani menggelar tribut untuk musisi legendaris.
“Acara seperti ini penting. Selain menghidupkan ruang ekspresi musisi lokal, juga jadi magnet ekonomi.
Pertunjukan musik kreatif mampu mendongkrak sektor UMKM. Kafe penuh, parkir ramai, pedagang sekitar ikut kebagian rezeki. Ekosistemnya hidup. Musik jalan, UMKM jalan.
“Kami berharap event serupa rutin digelar. Selain menjaga ingatan publik pada karya musisi Indonesia, juga memperkuat Tasikmalaya sebagai kota kreatif. Ia mendorong kolaborasi antara komunitas musik, pelaku usaha, dan pemerintah agar agenda seni budaya makin beragam, “katanya
Kadisporabudpar Dedy Mulyana menambahkan, A Tribut Nicky Astria jadi bukti musik lintas generasi tetap punya pasar. “Yang datang bukan cuma usia 40 ke atas. Banyak juga anak muda yang penasaran dan ikut menikmati.
“Ini momentum bagus untuk mengkurasi event musik tematik di ruang-ruang publik maupun kafe, ” pungkasnya.(H.Amir)



