Kota Tasik Indonews24 – Mengambil tempat di Gedung Creatif Center Dadaha telah di laksanakan pemutaran film dokumenter “Langit Tetap Sama, Minggu (14/06/26).
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara menyampaikan apresiasi sebuah film dokumenter berjudul Langit Tetap Sama, ini sebagai contoh bahwa Tuna Netra juga bisa berkarya.
Film dokumenter ini adalah hasil karya teman-teman disabilitas dari Samarang, dimana penulis naskah, sutradara itu adalah teman- teman Tuna Netra. Bahkan para pemain di film ini saya lihat mayoritas pemainnta juga dari teman-teman tuna netra, penataannya sudah baik.
Saya rasa teman-teman Tuna Netra di Kota Tasikmalaya pun sangat mungkin bisa melakukan hal serupa.
Setelah saya saksikan film tersebut sifatnya adalah memberikan motivasi dan edukasi buat teman-teman tuna netra.
Ini bukti nyata. Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya. Mereka justru memberi kita pelajaran tentang keteguhan dan kemandirian.
“Film berdurasi 75 menit itu mengangkat kisah perjuangan kaum difabel menembus batas. Mulai dari proses produksi, pengambilan gambar, hingga editing, semua dilakukan oleh tunanetra dengan pendampingan. Penonton dari kalangan difabel dan masyarakat umum tampak larut dalam cerita, “katanya.
Ketua Panitia Pelaksana, Harniwan Obech, menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar nonton bareng. Kami ingin tunjukkan bahwa disabilitas butuh ruang berkarya, bukan dikasihani. Film ini inspirasi
Acara ini juga dirangkaikan dengan penutupan program belajar menulis dan membaca Al-Qur’an Braille yang diikuti 30 peserta. Program tersebut mendapat dukungan Pemkot Tasikmalaya dan difasilitasi Komunitas Sahabat Mata.
Sinergi pemerintah dan komunitas sangat penting untuk mendorong kemandirian teman-teman difabel.
Ia pun mengapresiasi konsistensi Wakil Wali Kota Diky Candra yang selama ini aktif memotivasi dan membuka ruang bagi penyandang disabilitas.
Pak Wakil Wali Kota selalu hadir, bukan hanya simbolis, tapi benar-benar memberi semangat.
Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menular ke kota lain.
“Semoga ini jadi bahan bakar. Bahwa langit tetap sama untuk semua. Yang membedakan hanya seberapa tinggi kita mau terbang,” tutupnya.
Dengan pesan kuat tentang inklusi dan kemandirian, film dokumenter Langit Tetap Sama berhasil membuktikan, bahwa di balik gelap, ada cahaya karya yang mampu menerangi banyak orang.(H.Amir)


