Senin, Maret 16, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

H Rana : Wali Kota Tasik Idealnya Memiliki Pendekatan Komunikasi Yang Partisipatif

Kota Tasik Indonews24 – Kepemimpinan Bapak Viman Al Farizi sebagai Wali Kota Tasikmalaya menjadi sorotan sejumlah kalangan yang menilai bahwa pola komunikasi pemerintah daerah terhadap masyarakat masih belum optimal.

Padahal komunikasi antara Pemerintah dan masyarakat merupakan elemen pentng dalam membangun legitimasi kekuasaan. Pemerintah daerah dituntut tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membangun relasi dialogis dengan warga sebagai bagian dari praktik demokrasi lokal.

Kualitas kepemimpinan Bapak Viman Alfarizi Ramadhan sebagai Walikota Tasikmalaya tidak hanya diukur dari kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan dalam membangun komunikasi publik yang efektif, terbuka, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.

Hal ini disampaikan salah satu Tokoh Masyarakat Kota Tasikmalaya sekaligus Ketua Yayasan Daarul Ihsan yang berada di Cibeureum Kecamatan Bungursari, H Rana Nuralamsyah, Senin (16/03/26).

Kurangnya komunikasi langsung antara kepala daerah dan masyarakat dapat menimbulkan kesenjangan persepsi serta melemahkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Dalam praktik pemerintahan modern yang berorientasi pada prinsip Good Governance, transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas menjadi pilar utama. Komunikasi publik yang efektif memungkinkan masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan kritik dan aspirasi.

Ketika komunikasi tersebut tidak berjalan secara optimal, potensi munculnya ketegangan sosial maupun kritik publik menjadi lebih besar.

Saya menilai bahwa Pak Viman sebagai Walikota Tasikmalaya idealnya memiliki pendekatan komunikasi yang partisipatif, terutama ketika menghadapi dinamika sosial seperti penyampaian aspirasi masyarakat melalui forum dialog atau aksi unjuk rasa. Dalam perspektif Ilmu Pemerintahan, kehadiran langsung pemimpin dalam ruang-ruang dialog publik sering dipandang sebagai bentuk pengakuan terhadap hak warga negara untuk didengar dalam proses pengambilan kebijakan.

“Oleh karena itu, penguatan komunikasi antara Pemerintah Kota dan masyarakat menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kualitas demokrasi lokal di Kota Tasikmalaya. Dengan membangun pola komunikasi yang lebih terbuka, responsif, dan dialogis, saya berharap pemerintah di bawah kepemimpinan Pak Viman mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif dan partisipatif, “pungkasnya (Hidayat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles