Kota Tasik, Indonews24 – Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, ST.,MBA selepas menghadiri kegiatan Safari Ramadhan di Pengurus Cabang Nahdlatul Utama Kota Tasikmalaya melanjutkan kegiatan dengan menghadiri kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an bersama masyarakat Kota Tasikmalaya di Masjid Agung, Jum’at (06/03/26)
Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk kembali menegaskan arah pembangunan spiritual masyarakat, salah satunya melalui program One Kelurahan One Hafidz.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat tarawih berjamaah, dilanjutkan tabligh akbar, hingga tadarus Al-Qur’an bersama jamaah yang memadati Masjid Agung.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan dalam sambutannya menilai kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat memakmurkan masjid di Kota Tasikmalaya masih terjaga.
Di tengah arus zaman yang serba digital, masjid tetap menjadi ruang pertemuan spiritual yang tak lekang.
Ini menunjukkan kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an sekaligus semangat kebersamaan dalam menghidupkan suasana Ramadan.
Peringatan Nuzulul Qur’an seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan.
Menurutnya, momentum ini harus menjadi pemantik lahirnya generasi Qur’ani—generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.
Karena itu, Pemkot Tasikmalaya tengah mendorong program Ohan Hafidz atau One Kelurahan One Hafidz, yakni upaya menghadirkan minimal satu penghafal Al-Qur’an di setiap kelurahan.
Program ini, kata dia, bukan sekadar target administratif. Lebih dari itu, pemerintah ingin memperkuat peran pesantren serta menumbuhkan budaya Qur’ani di tengah masyarakat.
Identitas Kota Santri tidak cukup hanya menjadi slogan. Harus ada gerakan nyata yang lahir dari masyarakat dan didukung pemerintah.
Di sela kegiatan keagamaan tersebut, sejumlah bantuan sosial juga disalurkan kepada masyarakat.
Di antaranya 12.500 paket sembako hasil kolaborasi Baznas dan Mayasari yang didistribusikan ke 69 kelurahan, masing-masing sebanyak 175 paket.
Selain itu, santunan juga diberikan kepada 300 anak yatim piatu, dengan rincian 100 anak dari perusahaan Katsae dan 200 anak dari perusahaan Tasco.
Tak hanya itu, 17 mahasiswa menerima beasiswa perguruan tinggi, sementara bantuan lain berupa 375 paket sembako serta dukungan operasional bagi DKM dan pondok pesantren juga disalurkan.
Bantuan tersebut diberikan kepada 10 kecamatan, empat organisasi keagamaan, dan Masjid Agung, dengan masing-masing penerima mendapatkan 30 paket sembako serta bantuan operasional Rp4 juta untuk kegiatan masjid dan pesantren.
Jika dihitung, total bantuan operasional yang disalurkan mencapai Rp90 juta.
Pemerintah berharap bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban warga yang membutuhkan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di bulan Ramadan.
“Di tengah berbagai program pembangunan kota, Pemkot Tasikmalaya tampaknya ingin mengingatkan satu hal sederhana: pembangunan fisik boleh berjalan, tetapi pondasi moral tetap harus dijaga. Dan di kota yang menyandang julukan Kota Santri, Al-Qur’an masih menjadi kompas utamanya, “pungkasnya. (H.Amir)



