Rabu, Maret 4, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Wawalkot Tasik Diky Chandra: Ketidak Hadiran Dinas Di Musrenbang Sektoral Akan Menghambat Penyerapan Aspirasi Masyarakat

Kota Tasik, Indonews24-Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektoral di Gedung Galih Pawestri, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara, resmi oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara dan dihadiri pula oleh Plt Kepala DPPKBP3A dr Asep Hendra, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya H Undang Syafrudin.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara mengatakan kegiatan Musrenbang Sektoral ini merupakan kegiatan yang ketiga yang dihadiri dan di buka, dimana sebelumnya di Disporabudpar, Satpol PP dan sekarang di DPPKBP3A.

Dari ketiga kalinya kegiatan Musrenbang Sektoral kami menyoroti ketidak hadiran beberapa Dinas di kegiatan Musrenbang Sektoral.

Jangankan Kepala Dinas yang mewakilinta pun tidak ada. Padahal ini kan forum untuk merencanakan pembangunan di Kota Tasikmalaya.

Tentulah dengan ketidak hadiran dari beberapa Dinas tersebut dapat menghambat penyerapan aspirasi masyarakat dan juga melemahkan sinergi perencanaan pembangunan.

Menyikapi hal tersebut, diakui sangat menyayangkan akan ketidakhadiran beberapa Dinas tersebut, tapi saya tetap tersenyum tidak marah.

Perencanaan pembangunan menuntut kehadiran dinas secara utuh.

Tanpa itu, Musrenbang berisiko berubah menjadi monolog, bukan dialog lintas perangkat daerah.

Ia juga menyinggung kejadian sebelumnya soal agenda yang tidak sinkron antara pimpinan daerah dan perangkat di bawahnya.

Supaya warga tidak di PHP. Apalagi kalau sudah disampaikan pak wakil akan hadir, tapi tanpa konfirmasi jadwal ke saya atau ajudan.

Perlunya ketegasan agar aparatur sipil negara (ASN) berjalan sesuai koridor aturan.

Kalau sudah lebih dari tiga kali salah, harus ditindak. Bukan untuk galak-galakan, tapi untuk efek jera dan jadi contoh bagi yang lain

Dengan gaya filosofis yang khas, Diky mengibaratkan masalah internal seperti penyakit yang harus diobati, bukan disembunyikan.

Kalau ada borok di hidung kita lalu orang membicarakannya, yang utama itu obati boroknya, bukan menyuruh orang diam.

Meski sejumlah dinas absen, Musrenbang tetap dilanjutkan sesuai agenda dan tupoksi yang ada.

“Jalani saja apa yang bisa dijalani. Kecewa iya, tapi ya sudahlah. Senyum saja,” pungkasnya.

Reporter : H Amir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles