Kota Tasik, Indonews24 – Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Forum Perangkat Daerah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sektoral Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2027 dj Gedung PPIK di Jalan Letjen Mashudi, Rabu (04/03/26).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara.
Ke sejumlah awak media Diky Chandra menegaskan pentingnya mendorong produk lokal agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat Kota Tasikmalaya, tetapi juga kawasan Priangan.
Ini kreatif, kan mendongkrak dan mendorong produk-produk lokal. Sebetulnya produk lokal ini kita bicara Priangan. Itu yang paling utama karena kita harus kuat. Kalau cuma Tasik saja takutnya kurang, jadi kita Priangan.
Media massa pun dapat turut berperan dalam mempromosikan produk dan program dinas, termasuk membantu publikasi dan kampanye promosi.
Harapan saya, wartawan bisa bantu promo-promo, iklan-iklan dinas. Ke depan saya cari pendanaan non-APBD dulu supaya bisa bikin video promosi untuk produk-produk lokal.
la mengaku tengah mencari dukungan dari berbagai pihak, termasuk donatur di tingkat pusat, untuk memperkuat promosi dan pemasaran produk lokal, terutama menjelang kebutuhan bahan pokok Lebaran.
Sekarang sudah hampir tiap hari bikin iklan. Saya jadi bintang iklan gratis untuk teman-teman UMKM, enggak apa-apa.
Terkait pengendalian harga dan daya beli masyarakat, Diky menyebut pihaknya telah menggelar rapat pasar murah dengan melibatkan berbagai stakeholder.
Sudah rapat pasar murah, kita ikut turun langsung menyapa masyarakat. Kerja samadengan beberapa stakeholder, ada Bl, ada Asia Plaza dan yang lain-lain dilibatkan.
Program pasar murah tersebut diharapkan mampu menekan harga kebutuhan pokok serta membuka ruang promosi bagi produk UMKM lokal.
Agar hasilnya Musrenbang tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi di setiap kecamatan.
Harapannya, saya ingin tahu seperti apa larinya hasil Musrenbang ini. Minimal tiap kecamatan ada semacam program konkret yang dilakukan.
la pun menggagas konsep “POT” atau pasar online Tasikmalaya di setiap kecamatan sebagai wadah pemasaran produk lokal berbasis digital.
Dulu SMK 1 bisa menghasilkan Rp30 sampai Rp90 juta per bulan dari buka lapak, tanpa membuat produk sendiri, hanya reseller. Nah, kalau tiap kecamatan punya POT, itu bisa jadi pasar online Tasik. Bisa bersaing antar-POT. Nanti ada POT utama, POT Kota Tasikmalaya.
POT ini dapat menjadi pasar alternatif bagi produk-produk UMKM di setiap kelurahan dan kecamatan, sehingga perputaran ekonomi lokal semakin kuat dan terintegrasi.
“Musrenbang Dinas KUMKM Perindag ini menjadi momentum strategis dalam merancang penguatan sektor UMKM dan perdagangan Kota Tasikmalaya, khususnya menghadapi tantangan ekonomi dan momentum Ramadan hingga Lebaran 2026,” pungkasnya. (H.Amir)



