KOTAMOBAGU –– Malang nian nasib ribuan pelajar dan mahasiswa di Kota Kotamobagu, Dana sebesar Rp5,2 Miliar yang ikut membiayai proses pendidikan tiap tahun mereka terima, faktanya telah ‘diberangus’ (baca: dihapus) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.
Anggaran terbungkus Program Anak Asuh diperuntukan bagi murid ;Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), murid Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Mahasiswa, kini tinggal kenangan.
Program Anak Asuh tersebut diketahui diperuntukan bagi setiap murid perorangnya yakni SD : Rp1 Juta, SMP : Rp1,5 Juta, SMA : Rp1,7 juta dan Mahasiswa : Rp3,450 Juta.
Dana Langsung Tunai ini terima oleh murid dan pelajar melalui rekening BRI dengan nomenklatur dibelanjakan langsung oleh orang tua murid untuk membeli peralatan sekolah atau membayar biaya sekolah atau kuliah.
Penghapusan anggaran Anak Asuh oleh Pemerintah Kota Kotamobagu ternyata telah dilakukan sejaka 2 tahun terakhir, yakni tahun anggaran 2024 dan tahun anggaran 2025.
“Pertanggungjawaban penggunaan anggaran Anak asuh terakhir kami masukan di Kantor Dinas Pendidikan yakni akhir tahun 2023, dengan harapan kami akan mendapatkan dana anak asuh tahun 2024, namun sampai tahun 2025 ini ternyata sudah tidak ada lagi program anak asuh,” kata sejumlah orang tua murid, kepada media ini.
Sumber orang tua lainnya menyebutkan sejak Pemkot Kotamobagu menghapus program anak asuh, sudah tidak ada lagi bantuan uang tunai pemerintah untuk kami belanjakan bagi keperluan anak-anak kami,” kata ortu di Kotamobagu Barat.
Seorang mahasiswa yang biasanya menerima uang anak asuh mengeluhkan. “Program anak asuh sejak Ibu Walikota Tatong menjabat, kini telah dihapus. Padahal bantuan 3 jutaan itu sangat membantu kami membiayai kuliah kami,” ujar seorang Mahasiswa domisili di Kotamobagu Utara.
Terkait tidak tertatanya Program Anak Asuh sejak tahun 2024 dan 2025, dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Aljufri Ngandu SPd.
“Iya Pak, memang sejak tahun 2024 dan 2025 anggaran program anak asuh belum jalan,” ungkap Aljufri Ngandu, dihubungi wartawan Kotamobagu Post. (tim)