BOLMONG –Adanya pemberitaan bahwa sering terjadinya banjir di Desa Tobayagan disebabkan aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibantah keras oleh warga.
Kepada wartawan Vandeim warga Desa Tobayagan Induk mengatakan bahwa banjir yang sering melanda Desanya bukan karena adanya aktifitas PETI melainkan kerasnya curah hujan.
“Banjir besar ini sudah sering terjadi puluhan tahun yang lalu,jauh sebelum adanya aktifitas PETI di Hullu Tobayagan.Jadi jangan selalu kaitkan PETI yang di situ banyak masyarakat menggantungkan hidup mereka”,ungkap Vandeim,Sabtu (18/1/2025).
Hal yang sama di ungkapkan Ronni ,menurutnya aktifitas PETI secara ekonomi sangat memberikan efek positif buat kehidupan masyarakat yang ada di Desa Tobayagan.Karena 70 persen masyarakat di Desanya adalah penambang.
“Coba tolong jangan ganggu aktifitas kami disini,apalagi mengaitkan banjir dengan aktifitas PETI karena jauh sekali korelasinya”,ucap Ronni.
Jadi lanjut Ronni,kalau ada tuduhan bahwa banjir yang melanda Desa Tobayagan karena adanya aktifitas PETI maka silahkan lihat sejarah dan kondisi Desa.
Pun kalau memang ingin mengusir para pelaku PETI maka agenda besarnya harusnya JRBM yang di usir sebab merekalah koorporasi besar yang hanya memikirkan produksi ketimbang pemeliharaan.
“Kalau betul-betul ingin melakukan perlawanan maka lawan JRBM bukan pelaku PETI ,apalagi selalu mengaitkan banjir dengan aktifitas ilegal”,jelasnya.//anto