Senin, Agustus 17, 2026
spot_img

Top 5 This Week

Related Posts

Surat Cinta dari Anak-Anak Ciawi Bikin Kang Bara dan Para Tutor Terharu

Kab. Tasik, Indonews24 — Sebuah surat sederhana dari anak-anak SDN 5 Ciawi menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi 11 pemuda yang mengikuti Gerakan Mengajar Desa (GMD) di Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang berlangsung menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu mempertemukan mahasiswa dan pemuda dari sejumlah perguruan tinggi. Mereka datang ke Ciawi bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga berbagi pengalaman dan menumbuhkan keberanian anak-anak untuk memiliki cita-cita.

Kelompok tersebut dipimpin Ridho Nurfebrianto Baskandar atau Kang Bara, pengusaha muda asal Tasikmalaya sekaligus Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kota Tasikmalaya.

Kegiatan dilaksanakan di SDN 5 Ciawi dan lingkungan masyarakat Kecamatan Ciawi. Kelompok ini merupakan salah satu bagian dari GMD Kabupaten Tasikmalaya yang ikut bergerak dalam gerakan mengajar desa secara serentak secara nasional.

Para tutor yang hadir memiliki latar belakang yang beragam. Mereka berasal dari kampus dan daerah berbeda, namun memiliki tujuan yang sama untuk memberikan manfaat melalui pendidikan.

Berikut 11 pemuda yang terlibat dalam kegiatan tersebut:

1. Ridho Nurfebrianto Baskandar atau Kang Bara, Universitas Buana Perjuangan Karawang
2. Muhammad Agil Al Adami, Universitas Winaya Mukti
3. Nurhikmah Luthfiyah, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
4. Nadia Putri Nurgiftia, Universitas Jenderal Soedirman
5. Putri Fauziyah, Universitas Siliwangi
6. Rahma Nursaid Munawar, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
7. Salwa Mutiara Bilbina, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
8. Nabella Hatsna, Universitas Terbuka Bandung
9. Sri Alvi Noer Rahma, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya
10. Dahlia Nursafitri
11. Silvia Dwiharni, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Selama berada di Ciawi, para tutor menghadirkan pembelajaran dengan pendekatan yang lebih santai dan interaktif. Anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi, bertanya dan mengenal pengalaman baru dari para mahasiswa.

Kang Bara mengatakan tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan ruang kepada anak-anak desa untuk melihat bahwa cita-cita tidak memiliki batas.

“Bagi saya, mengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi. Lebih dari itu, kita ingin anak-anak tahu bahwa mereka punya kesempatan untuk bermimpi setinggi mungkin. Kami datang dari kampus dan daerah yang berbeda, tetapi hari ini kami dipertemukan oleh satu hal yang sama, yaitu keinginan untuk berbagi dan memberikan manfaat,” kata Kang Bara.

Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan momentum Hari Kemerdekaan yang diperingati setiap 17 Agustus.

“Apalagi momentum ini berdekatan dengan Hari Kemerdekaan. Kemerdekaan menurut saya bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda hari ini mengisi kemerdekaan dengan karya, pendidikan, dan pengabdian,” ujarnya.

Pihak SDN 5 Ciawi memberikan apresiasi terhadap kehadiran para pemuda tersebut. Interaksi dengan tutor dari berbagai kampus dinilai memberikan pengalaman berbeda bagi siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran teman-teman dari Gerakan Mengajar Desa. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan. Bagi mereka, kedatangan para tutor bukan hanya kegiatan belajar biasa, tetapi menjadi pengalaman baru yang membuat mereka lebih bersemangat untuk belajar dan mengenal dunia di luar lingkungan mereka,” ujar salah satu guru SDN 5 Ciawi.

Namun, momen paling berkesan justru terjadi setelah kegiatan pembelajaran berakhir. Sejumlah anak memberikan surat tulisan tangan kepada para tutor.

Isi surat tersebut beragam. Ada yang menyampaikan ucapan terima kasih, menceritakan kesan selama belajar bersama tutor hingga menyampaikan pesan pribadi.

Surat-surat sederhana itu membuat sejumlah tutor tersentuh. Kedatangan mereka yang semula ditujukan untuk berbagi ilmu justru berbalik menjadi pengalaman emosional bagi para peserta.

“Kami awalnya datang dengan niat ingin memberikan sesuatu kepada mereka. Tapi ternyata justru anak-anak yang memberikan sesuatu yang sangat berarti untuk kami. Suratnya sederhana, tetapi ketika membacanya, rasanya perjuangan dan waktu yang kami keluarkan terbayar. Kami benar-benar terharu,” ujar salah satu tutor.

Antusiasme tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat Ciawi. Warga menilai kegiatan yang melibatkan pemuda dari berbagai daerah itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan bisa dilakukan siapa saja.

“Kami senang ada anak-anak muda yang mau datang dan mengabdi di sini. Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai kegiatan GMD saja, tetapi bisa terus memberikan semangat kepada anak-anak dan masyarakat,” ujar salah satu warga Ciawi.

Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan pengalaman baru. Para tutor juga mengaku memperoleh banyak pelajaran selama berada di tengah masyarakat.

Mereka belajar memahami kehidupan masyarakat desa, berinteraksi dengan anak-anak serta melihat secara langsung semangat belajar para siswa.

Kang Bara menilai keberagaman anggota kelompok justru membuat kegiatan pengabdian menjadi lebih menarik. Mahasiswa dari Tasikmalaya, Bandung, Jakarta dan daerah lainnya dapat bekerja bersama tanpa melihat perbedaan kampus maupun daerah asal.

“Kami datang dari kampus yang berbeda, daerah yang berbeda, bahkan mungkin punya pengalaman hidup yang berbeda. Tetapi ketika turun ke desa, semua sekat itu hilang. Yang ada adalah bagaimana kami bisa bekerja sama dan memberikan manfaat. Saya kira ini adalah salah satu bentuk semangat pemuda yang dibutuhkan Indonesia,” ungkap Kang Bara.

Melalui kegiatan tersebut, kelompok GMD Kabupaten Tasikmalaya berharap manfaat yang diberikan tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung. Semangat belajar dan keberanian anak-anak untuk bermimpi diharapkan terus tumbuh.

Bagi para pemuda yang terlibat, turun langsung ke desa menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna untuk mengisi kemerdekaan.

Pendidikan, berbagi ilmu dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bentuk kontribusi yang dapat dilakukan generasi muda untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles